Ibadah
Abdullah bin Umar meriwayatkan, Rasulullah bersabda :
"Islam dibangun di atas lima rukun, bersaksi bahwa tiada ilah selain Allah dan Muhammad utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, haji dan puasa Ramadhan"
1. Syahadat
Syahadat adalah persaksian atas keyakinan. Persaksian pertama adakah syahadat tauhid dan persaksian kedua adalah syahadat rasul.
- Persaksian pertama maksudnya meyakinkan dengan mengucap dengan kata-kata dan dalam hati bahwa tiada Tuhan selain Allah.
- Persaksian kedua maksudnya meyakinkan dengan mengucap dengan kata-kata dan dalam hati bahwa Muhammad utusan Allah.
Thursday, July 26, 2018
Tuesday, July 24, 2018
Belajar Islam (4) Iman
Tidak terasa sudah bagian 4 belajar mengenai Islam.
Berikut Rukun Iman dan Rukun Islam.
Rukun Iman ada 6, yaitu
1. Iman kepada Allah
2. Iman kepada para malaikat
3. Iman kepada kitab-kitab Allah
4. Iman kepada para rasul
5. Iman kepada hari akhir
6. Iman kepada takdir baik dan buruk
Rukun Islam ada 5, yaitu
1. Syahadat
2. Shalat 5 waktu
3. Puasa Ramadhan
4. Zakat
5. Haji
Penjelasan :
Rukun Iman.
Iman artinya meyakini, membenarkan dalam hati dan perbuatan
1. Iman kepada Allah : meyakini dan membenarkan keberadaan Allah.
Meyakini bahwa hanya Allah satu-satu-Nya pencipta alam semesta ini, yang menguasai, mengatur dan mengurus sesuatu didalamnya.
2. Iman kepada para malaikat Allah : meyakini keberadaan mereka dengan tidak ada keraguan.
Cakupan iman kepada malaikat : mengimani wujud mereka, nama-nama mereka, sifat dan tugas mereka.
3. Iman kepada kitab-kitab Allah : meyakini dengan keyakinan bahwa Allah telah menurunkan kepada para Rasul-Nya kitab kitab yang berisikan perintah, larangan, janji ancaman dan apa yang dikehendaki oleh Allah terhadapa mahluk-Nya. Serta didalamnya terdapat petunjuk dan cahaya.
4. Iman kepada rasul : meyakini dengan keyakinan yang kuat bahwa Allah mengutus para rasul kepada para hamba-Nya sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan serta menyeru mereka kepada agama yang hak.
5. Iman kepada hari akhir : keyakinan yang kuat kepada hari Kiamat serta mengimani segala hal yang diberitakan Allah dan rasul-Nya tentang segala hal yang terjadi setelah kematian sehingga ahli surga masuk surga dan ahli neraka masuk neraka.
6. Iman kepada takdir : bahwa Allah mengetahui apa yang telah terjadi dan akan terjadi. Dan segala sesuatu yang terjadi itu dikehendaki, ditentukan dan diciptakan-Nya
Berikut Rukun Iman dan Rukun Islam.
Rukun Iman ada 6, yaitu
1. Iman kepada Allah
2. Iman kepada para malaikat
3. Iman kepada kitab-kitab Allah
4. Iman kepada para rasul
5. Iman kepada hari akhir
6. Iman kepada takdir baik dan buruk
Rukun Islam ada 5, yaitu
1. Syahadat
2. Shalat 5 waktu
3. Puasa Ramadhan
4. Zakat
5. Haji
Penjelasan :
Rukun Iman.
Iman artinya meyakini, membenarkan dalam hati dan perbuatan
1. Iman kepada Allah : meyakini dan membenarkan keberadaan Allah.
Meyakini bahwa hanya Allah satu-satu-Nya pencipta alam semesta ini, yang menguasai, mengatur dan mengurus sesuatu didalamnya.
2. Iman kepada para malaikat Allah : meyakini keberadaan mereka dengan tidak ada keraguan.
Cakupan iman kepada malaikat : mengimani wujud mereka, nama-nama mereka, sifat dan tugas mereka.
3. Iman kepada kitab-kitab Allah : meyakini dengan keyakinan bahwa Allah telah menurunkan kepada para Rasul-Nya kitab kitab yang berisikan perintah, larangan, janji ancaman dan apa yang dikehendaki oleh Allah terhadapa mahluk-Nya. Serta didalamnya terdapat petunjuk dan cahaya.
4. Iman kepada rasul : meyakini dengan keyakinan yang kuat bahwa Allah mengutus para rasul kepada para hamba-Nya sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan serta menyeru mereka kepada agama yang hak.
5. Iman kepada hari akhir : keyakinan yang kuat kepada hari Kiamat serta mengimani segala hal yang diberitakan Allah dan rasul-Nya tentang segala hal yang terjadi setelah kematian sehingga ahli surga masuk surga dan ahli neraka masuk neraka.
6. Iman kepada takdir : bahwa Allah mengetahui apa yang telah terjadi dan akan terjadi. Dan segala sesuatu yang terjadi itu dikehendaki, ditentukan dan diciptakan-Nya
Belajar Islam (3) Alquran berisikan Sains
Alquran dan Sains
Bukti bahwa Al Quran diantaranya berisikan Sains Ilmu Pengetahuan yang tidak terbantahkan
Firman Allah SWT dalam Alquran. “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Alquran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”. (Qs: Al-Hijr: 9). Isi Quran selalu sama diseluruh penjuru bumi dari awal s/d saat ini, tidak seperti kitab lain yang sudah banyak berubah.
1. Penciptaan alam semesta
“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulu menyatu kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air, maka mengapa mereka tidak beriman?” (QS. AL- ANBIYA: 30)
Ayat tersebut berkaitan dengan “Big bang theory” yaitu teori terbentuknya alam semesta yang menyatakan bahwa pada awalnya alam semesta merupakan satu kesatuan, kemudian terjadi ledakan besar yang menghasilkan pecahan-pecahan dan meluas. Teori Big Bang ini adalah teori penciptaan bumi yang paling diakui di era modern. Sebelumnya muncul teori bahwa alam ini statis sejak awal terciptanya. Lalu pada tahun 1929, Ahli astronomi dari Amerika, Edwin Hubble mengemukakan tentang teori Big Bang. Teori ini berawal dari pengamatan Bubble pada bintang-bintang dengan menggunakan teleskop raksasa. Ketika itu ia menemukan bahwa bintang-bintang itu memancarkan cahaya merah sesuai dengan jaraknya. Hal ini berarti bahwa bintang-bintang ini “bergerak menjauhi” kita. Sebab, menurut hukum fisika yang diketahui, spektrum dari sumber cahaya yang sedang bergerak mendekati pengamat cenderung ke warna ungu, sedangkan yang menjauhi pengamat cenderung ke warna merah. Selama pengamatan oleh Hubble, cahaya dari bintang-bintang cenderung ke warna merah. Ini berarti bahwa bintang-bintang ini terus-menerus bergerak menjauhi kita.
2. Relativitas Waktu
“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu” (QS. Al-Sajadah: 05)
“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun” (QS. Al-Ma’arij: 04)
Kedua ayat di atas berkaitan dengan temuan bahwa waktu akan berjalan lebih lambat seiring dengan kecepatan cahaya. Semakin kita bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya maka semakin lambat pergerakan waktu kita. Teori ini dikemukakan oleh Einstein dimana telah dilakukan penelitian menggunakan dua buah jam atom: jam A dan jam B. Jam A disimpan di bumi, sedangkan jam B dibawa keliling dunia via pesawat jet. Hasilnya? Setelah sampai di bumi lagi, Jam B menunjukkan keterlambatan waktu sepersekian juta detik terhadap jam A.
Lapisan Atsmosfer
“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” (QS. Al-Mulk: 03)
Ilmu pengetahuan modern menemukan bahwa atmosfer terdiri dari tujuh lapisan, yaitu: troposfer, stratosfer, ozonesfer, mesosfer, termosfer, ionosfer, dan eksosfer. Sehingga bahasa tujuh langit tersebut menunjuk pada tujuh lapisan atmosfer.
3. Lapisan Bumi
“Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi”(QS. Al-Thalaq: 12)
Dalam ayat ini, disamping menjelaskan tentang lapisan langit, Allah juga menjelaskan tentang jumlah lapisan bumi, yakni 7 lapis sebagaimana jumlah lapisan langit. Dalam sains modern disebutkan bahwa bumi terdiri dari tujuh lapis. Teori sebelumnya menyebutkan bahwa bumi terdiri dari tujuh lapis. Kemudian US Geological Survey mengemukakan bahwa bumi terdiri dari tujuh lapis. Ketujuh lapis tersebut adalah: 1). Kerak Samudera yang ketebalan berkisar 5 sampai 15 KM. 2). Kerak Benua yang ketebalan berkisar antara 30 sampai 35 KM. 3). Selubung atas (upper mantle), ketebalan lapisannya 34-400 KM. 4). Selubung transisi, yang mempunyai ketabalan 400-700 KM. 5). Selubung bawah (lower mantle) yang memiliki ketabalan 700-2900 KM. 6). Inti luar (outer core), ketebalannya mencapai 2900 sampai 5100 KM. 7). Inti dalam (inner core), ketebalannya adalah antara 5100 sampai 6370 KM.
4. Proses terjadinya hujan
“Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.”(QS. Al-Nur: 43)
Berdasarkan ayat tersebut, ada tiga tahap turunnya hujan, yaitu: adanya angin yang menggerakkan awan, berkumpulnya awan, terjadinya hujan. Berdasarkan pengamatan radar, memang ada tiga tahap terjadinya hujan, dan hal itu sama dengan yang dijelaskan dalam Qur’an
5. Bulan mengitari bumi dan kesemuanya mengitari matahari.
"Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya, (Q.S. Asy-Syams : 1-2)
"Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya. (Q.S. Al-Anbiyaa’ : 33)
6. Reproduksi Manusia
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. (Q.S. Al-Mu’minuun : 12-14)
7. "Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing- masing. (Q.S. Ar-Rahmaan : 19-20)
8. Air Sungai, Laut dan kekayaan didalamnya
"Dan tiada sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur. (Q.S. Faathir : 12)
9. Petir/Kilat
"Dia-lah Tuhan yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia mengadakan awan mendung. (Q.S. Ar-Ra’d : 12)
10. Penciptaan Hewan
"Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Q.S. An-Nuur : 45)
11. " Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi. (Q.S. Al-Furqaan : 53)
13. Besi
"Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul- rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa." (Q.S. Al-Hadid : 25)
14. Penciptaan Alam Semesta
"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? (Q.S. Al-Anbiyaa’ : 30)
Itulah ayat-ayat Al-Quran yang membicarakan sains. Semoga ayat- ayat di atas menjadi renungan bagi kita bahwa Al-Quran memang terbukti benar dan tidak ada keraguan sedikitpun di dalamnya.
"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? (Q.S. Fushshilat : 53)
Bukti bahwa Al Quran diantaranya berisikan Sains Ilmu Pengetahuan yang tidak terbantahkan
Firman Allah SWT dalam Alquran. “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Alquran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”. (Qs: Al-Hijr: 9). Isi Quran selalu sama diseluruh penjuru bumi dari awal s/d saat ini, tidak seperti kitab lain yang sudah banyak berubah.
1. Penciptaan alam semesta
“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulu menyatu kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air, maka mengapa mereka tidak beriman?” (QS. AL- ANBIYA: 30)
Ayat tersebut berkaitan dengan “Big bang theory” yaitu teori terbentuknya alam semesta yang menyatakan bahwa pada awalnya alam semesta merupakan satu kesatuan, kemudian terjadi ledakan besar yang menghasilkan pecahan-pecahan dan meluas. Teori Big Bang ini adalah teori penciptaan bumi yang paling diakui di era modern. Sebelumnya muncul teori bahwa alam ini statis sejak awal terciptanya. Lalu pada tahun 1929, Ahli astronomi dari Amerika, Edwin Hubble mengemukakan tentang teori Big Bang. Teori ini berawal dari pengamatan Bubble pada bintang-bintang dengan menggunakan teleskop raksasa. Ketika itu ia menemukan bahwa bintang-bintang itu memancarkan cahaya merah sesuai dengan jaraknya. Hal ini berarti bahwa bintang-bintang ini “bergerak menjauhi” kita. Sebab, menurut hukum fisika yang diketahui, spektrum dari sumber cahaya yang sedang bergerak mendekati pengamat cenderung ke warna ungu, sedangkan yang menjauhi pengamat cenderung ke warna merah. Selama pengamatan oleh Hubble, cahaya dari bintang-bintang cenderung ke warna merah. Ini berarti bahwa bintang-bintang ini terus-menerus bergerak menjauhi kita.
2. Relativitas Waktu
“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu” (QS. Al-Sajadah: 05)
“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun” (QS. Al-Ma’arij: 04)
Kedua ayat di atas berkaitan dengan temuan bahwa waktu akan berjalan lebih lambat seiring dengan kecepatan cahaya. Semakin kita bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya maka semakin lambat pergerakan waktu kita. Teori ini dikemukakan oleh Einstein dimana telah dilakukan penelitian menggunakan dua buah jam atom: jam A dan jam B. Jam A disimpan di bumi, sedangkan jam B dibawa keliling dunia via pesawat jet. Hasilnya? Setelah sampai di bumi lagi, Jam B menunjukkan keterlambatan waktu sepersekian juta detik terhadap jam A.
Lapisan Atsmosfer
“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” (QS. Al-Mulk: 03)
Ilmu pengetahuan modern menemukan bahwa atmosfer terdiri dari tujuh lapisan, yaitu: troposfer, stratosfer, ozonesfer, mesosfer, termosfer, ionosfer, dan eksosfer. Sehingga bahasa tujuh langit tersebut menunjuk pada tujuh lapisan atmosfer.
3. Lapisan Bumi
“Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi”(QS. Al-Thalaq: 12)
Dalam ayat ini, disamping menjelaskan tentang lapisan langit, Allah juga menjelaskan tentang jumlah lapisan bumi, yakni 7 lapis sebagaimana jumlah lapisan langit. Dalam sains modern disebutkan bahwa bumi terdiri dari tujuh lapis. Teori sebelumnya menyebutkan bahwa bumi terdiri dari tujuh lapis. Kemudian US Geological Survey mengemukakan bahwa bumi terdiri dari tujuh lapis. Ketujuh lapis tersebut adalah: 1). Kerak Samudera yang ketebalan berkisar 5 sampai 15 KM. 2). Kerak Benua yang ketebalan berkisar antara 30 sampai 35 KM. 3). Selubung atas (upper mantle), ketebalan lapisannya 34-400 KM. 4). Selubung transisi, yang mempunyai ketabalan 400-700 KM. 5). Selubung bawah (lower mantle) yang memiliki ketabalan 700-2900 KM. 6). Inti luar (outer core), ketebalannya mencapai 2900 sampai 5100 KM. 7). Inti dalam (inner core), ketebalannya adalah antara 5100 sampai 6370 KM.
4. Proses terjadinya hujan
“Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.”(QS. Al-Nur: 43)
Berdasarkan ayat tersebut, ada tiga tahap turunnya hujan, yaitu: adanya angin yang menggerakkan awan, berkumpulnya awan, terjadinya hujan. Berdasarkan pengamatan radar, memang ada tiga tahap terjadinya hujan, dan hal itu sama dengan yang dijelaskan dalam Qur’an
5. Bulan mengitari bumi dan kesemuanya mengitari matahari.
"Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya, (Q.S. Asy-Syams : 1-2)
"Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya. (Q.S. Al-Anbiyaa’ : 33)
6. Reproduksi Manusia
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. (Q.S. Al-Mu’minuun : 12-14)
7. "Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing- masing. (Q.S. Ar-Rahmaan : 19-20)
8. Air Sungai, Laut dan kekayaan didalamnya
"Dan tiada sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur. (Q.S. Faathir : 12)
9. Petir/Kilat
"Dia-lah Tuhan yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia mengadakan awan mendung. (Q.S. Ar-Ra’d : 12)
10. Penciptaan Hewan
"Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Q.S. An-Nuur : 45)
11. " Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi. (Q.S. Al-Furqaan : 53)
13. Besi
"Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul- rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa." (Q.S. Al-Hadid : 25)
14. Penciptaan Alam Semesta
"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? (Q.S. Al-Anbiyaa’ : 30)
Itulah ayat-ayat Al-Quran yang membicarakan sains. Semoga ayat- ayat di atas menjadi renungan bagi kita bahwa Al-Quran memang terbukti benar dan tidak ada keraguan sedikitpun di dalamnya.
"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? (Q.S. Fushshilat : 53)
Monday, July 23, 2018
Monday, July 16, 2018
Belajar Islam (1) Untuk apa kita diciptakan
Beberapa point ketika saya membaca buku tentang Islam.
Ada pertanyaan yang terkadang ada didalam hati.
1. Untuk apa manusia/kita diciptakan oleh Allah?
Dia menciptakan kita agar beribadah kepada-Nya serta tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.
Allah berfirman :
"Dan tidaklah Kami ciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku" (Adz-Dzariyat: 56)
Tugas pertama adalah mengenal Allah kemudian beribadah kepada-Nya dengan benar.
Tugas kedua adalah menjadi khalifah atau pemakmur di muka bumi dan akhirat.
Allah tidak butuh manusia, tetapi manusialah yang butuh Allah, melebihi kebutuhan makan dan minum. Manusia butuh menyembah-Nya agar selamat di dunia dan akhirat. Semua kejadian di bumi adalah ujian bagi manusia.
2. Dalam sesi tanya jawab, ada seorang wanita non muslim yang bertanya kepada Dr. Zakir.
Wanita : Tadi kata Dr Zakir. Allah itu tidak dilahirkan dan melahirkan. Jadi siapa yang menciptakan Allah ?
Dr Zakir : Saya akan memberi kamu pertanyaan agar memahami konsep ini. Saya punya teman bernama Tom, Tom memiliki saudara bernama Jhon. Jhon melahirkan seorang anak. Apa jenis kelamin anaknya?
Mendengar pertanyaan tersebut, wanita itu sempat bingung. Dia tidak tahu jawabannya.
Wanita : Saya tidak bisa jawab
Dr Zakir : Kenapa?
Wanita : Karena laki-laki tidak melahirkan
Dr. Zakir : Betul sekali
Zakir Naik menjelaskan, seorang laki-laki tidak dapat melahirkan seorang anak. Ketika ada pertanyaan jenis kelamin apa yang dilahirkan oleh Jhon, maka pernyataan itu tidak logis.
“Sama halnya dengan pertanyaan Anda tadi. Allah tidak melahirkan dan dilahirkan. Maka pertanyaan siapa yang menciptakan Allah menjadi tidak logis,” jawab Dr. Zakir Naik.
Jadi, kata Dr. Zakir, secara definisi Allah SWT tidak diciptakan, ketika ada yang menciptakan Allah, maka yang diciptakan tersebut bukan Allah.
“Oke, saya sangat mengerti penjelasan bapak,” kata Wanita
Ini berarti, jika ada yang menyebut Tuhan/Allah diciptakan oleh mahluk atau dzat lain. Berarti dia bukan Allah. Karena Allah adalah Pencipta dan tidak diciptakan.
Allah berfirman :
"Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan" (Al Ikhlas: 3)
3. Percaya akan adanya sang Pencipta.
Segala sesuatu disekitar kita tentu ada penciptanya. Buku, gelas, meja,makanan, minuman, mobil, rumah. Hal itu diciptakan oleh manusia.
Bagaimana dengan diri kita, dari mana asal kita sebagai manusia. Asal dari tumbuhan, udara, langit, matahari, bumi dan lain2 yang memang bukan diciptakan oleh manusia. Semua itu diciptakan oleh Pencipta, yaitu Allah.
4. Apa itu Islam ?
Islam (Arab: الإسلام, translit. al-islām,
dengarkan (bantuan·info)) adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah. Islam memiliki arti "penyerahan", atau penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah. Pengikut ajaran Islam dikenal dengan sebutan Muslim yang berarti "seorang yang tunduk kepada Tuhan"atau lebih lengkapnya adalah Muslimin bagi laki-laki dan Muslimat bagi perempuan. Islam mengajarkan bahwa Allah menurunkan firman-Nya kepada manusia melalui para nabi dan rasul utusan-Nya, dan meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus ke dunia oleh Allah.
Ada pertanyaan yang terkadang ada didalam hati.
1. Untuk apa manusia/kita diciptakan oleh Allah?
Dia menciptakan kita agar beribadah kepada-Nya serta tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.
Allah berfirman :
"Dan tidaklah Kami ciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku" (Adz-Dzariyat: 56)
Tugas pertama adalah mengenal Allah kemudian beribadah kepada-Nya dengan benar.
Tugas kedua adalah menjadi khalifah atau pemakmur di muka bumi dan akhirat.
Allah tidak butuh manusia, tetapi manusialah yang butuh Allah, melebihi kebutuhan makan dan minum. Manusia butuh menyembah-Nya agar selamat di dunia dan akhirat. Semua kejadian di bumi adalah ujian bagi manusia.
2. Dalam sesi tanya jawab, ada seorang wanita non muslim yang bertanya kepada Dr. Zakir.
Wanita : Tadi kata Dr Zakir. Allah itu tidak dilahirkan dan melahirkan. Jadi siapa yang menciptakan Allah ?
Dr Zakir : Saya akan memberi kamu pertanyaan agar memahami konsep ini. Saya punya teman bernama Tom, Tom memiliki saudara bernama Jhon. Jhon melahirkan seorang anak. Apa jenis kelamin anaknya?
Mendengar pertanyaan tersebut, wanita itu sempat bingung. Dia tidak tahu jawabannya.
Wanita : Saya tidak bisa jawab
Dr Zakir : Kenapa?
Wanita : Karena laki-laki tidak melahirkan
Dr. Zakir : Betul sekali
Zakir Naik menjelaskan, seorang laki-laki tidak dapat melahirkan seorang anak. Ketika ada pertanyaan jenis kelamin apa yang dilahirkan oleh Jhon, maka pernyataan itu tidak logis.
“Sama halnya dengan pertanyaan Anda tadi. Allah tidak melahirkan dan dilahirkan. Maka pertanyaan siapa yang menciptakan Allah menjadi tidak logis,” jawab Dr. Zakir Naik.
Jadi, kata Dr. Zakir, secara definisi Allah SWT tidak diciptakan, ketika ada yang menciptakan Allah, maka yang diciptakan tersebut bukan Allah.
“Oke, saya sangat mengerti penjelasan bapak,” kata Wanita
Ini berarti, jika ada yang menyebut Tuhan/Allah diciptakan oleh mahluk atau dzat lain. Berarti dia bukan Allah. Karena Allah adalah Pencipta dan tidak diciptakan.
Allah berfirman :
"Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan" (Al Ikhlas: 3)
3. Percaya akan adanya sang Pencipta.
Segala sesuatu disekitar kita tentu ada penciptanya. Buku, gelas, meja,makanan, minuman, mobil, rumah. Hal itu diciptakan oleh manusia.
Bagaimana dengan diri kita, dari mana asal kita sebagai manusia. Asal dari tumbuhan, udara, langit, matahari, bumi dan lain2 yang memang bukan diciptakan oleh manusia. Semua itu diciptakan oleh Pencipta, yaitu Allah.
4. Apa itu Islam ?
Islam (Arab: الإسلام, translit. al-islām,
Thursday, November 09, 2017
Freenas Snapshots Replication Backup
Mungkin anda sudah mengetahui Freenas sebelumnya. Ya..Freenas adalah salah satu software NAS Storage berbasis FreeBSD. Karena kehandalannya, Freenas banyak digunakan sebagai NAS Storage di dunia IT.
Saya pernah berfikir bagaimana jika Freenas yang kita gunakan mengalami masalah, crash misalnya.
Mungkin jika hardisknya menggunakan RAID bisa tinggal ganti disknya. Bagaimana jika tidak ada RAID (hari gini Server gak ada Raid hdewww heee) atau hal lain yang membuat data tidak bisa digunakan di Freenas.
Tutorial ini saya buat untuk berbagi ilmu kepada rekan2 sekalian.
Saya akan coba membuat Replikasi Freenas. Dimana Dataset pada salah satu Freenas (Freenas A) akan di snapshot dan di replikasikan ke Freenas B
Hal yang perlu disiapkan :
1. Freenas A : 192.168.100.1 (Primary)
Disk 8GB x 2
2. Freenas B : 192.168.100.2 (Secondary)
Disk 8GB x 2
SETING FREENAS A DAN B
Kita akan buat raid mirror untuk 2 disk.
Storage - Volume Manager
Volume Name : vd1
Volume layout : mirror
Pilih drag ds1 dan ds2
Total Capacity Mirroring 6GB
Klik Add Volume
Tampilan akan seperti di atas. Lanjutkan dengan membuat Dataset.
Klik vd1 baris yang kedua, lalu klik Icon Create Dataset.
Isi Form Dataset
Dataset Name : ds1
Isian yang lainnya default.
Klik Add Dataset
OK untuk Dataset sudah selesai, ingat disetup di kedua Freenas.
Contoh Buat Folder/File di ds2 Freenas A
Ssh ke Freenas A
[root@freenas] ~# cd /mnt/vd1/ds1
[root@freenas] /mnt/vd1/ds1# mkdir cobadir
[root@freenas] /mnt/vd1/ds1# touch cobafile1
[root@freenas] /mnt/vd1/ds1# touch cobafile2
[root@freenas] /mnt/vd1/ds1# touch cobafile3
[root@freenas] /mnt/vd1/ds1# ls
./ ../ cobadir/ cobafile1 cobafile2 cobafile3
Di dalam dataset ds2 terdapat folder cobadir dan 3 file
===============================
Replikasi
COPY FILE PUBLIC KEY DARI FREENAS A
Untuk replikasi ini hal yang perlu diperhatikan :
1. Service SSH di Freenas B harus berjalan
2. Periodic Snapshot Tasks pada Freenas A harus dibuat terlebih dahulu
Kita mulai
Copykan public key replication di Freenas A
Klik menu Storage - Replication Task - View Public Key
RESTORE PUBLIC KEY KE FREENAS B
Buka menu di Freenas B Klik Account - Users - View Users
Pilih user root - Modify User
Paste di SSH Public Key
Klik OK
BUAT PERIODIC SNAPSHOTS DI FREENAS A
Klik Storage - Periodic Snapshots - Tasks
Volume/Dataset : vd1/ds2 --> Dataset yang kita buat sebelumnya
Klik OK
Tampilan terakhir seperti di bawah
Tunggu beberapa saat dan masuk ke menu Storage - Snapshots
Seharusnya akan ada Snapshot baru seperti gambar di bawah
Buat Replication Tasks
Masuk ke menu Storage - Replication Tasks - Add Replication
Volume/Dataset : vd1/ds1 --> Dataset Freenas A yang akan di replikasi
Remote ZFS Volume/Dataset : vd1/ds1 --> Dataset Freenas B yang akan direstore data dari Freenas
Remote hostname : 192.168.100.2
Remote hostkey : Klik tombol SSH Key Scan maka secara otomatis akan muncul key ssh-rsa
Isian lain default
Klik OK
Kembali ke halaman Replication Tasks. Tunggu beberapa saat maka tampilan Succeeded
Cek Freenas B
Coba cek Snapshots di Freenas B, seharusnya akan ada Snapshots yang sama seperti di Freenas B.
Dan di bagian Volume akan ada tampilan tambahan Dataset
SEBELUM Replikasi Volume di Freenas B
SESUDAH Replikasi, Volume di Freenas B
Untuk pengecekan data, bisa ssh ke ip 192.168.100.2 dan cek di directory /mnt/vd1/ds1/ds1
Seharusnya akan tampil ada folder COBADIR dan 3 buah file.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Mobile Device Deployment - CISSP (Domain 3)
Mobile Device Deployment Policies Mobile Device Deployment Policy harus diarahkan secara luas terkait penggunaan perangkat yang diizinkan da...
-
Mobile Device Deployment Policies Mobile Device Deployment Policy harus diarahkan secara luas terkait penggunaan perangkat yang diizinkan da...
-
Beberapa hari yang lalu Subject email Zimbra selalu di tambahkan tulisan ***UNCHECKED***. Padahal tidak ada perubahan konfigurasi mail serv...
-
Server A : 192.168.0.1 (Server lama : Centos 7), port 80 Server B : 192.168.0.2 (Server baru : Centos 8), port 80 Nginx Load Balance : 192.1...



















